Tahapan Pengobatan dan Penyembuhan Penyakit Autoimun

Tahapan Pengobatan dan Penyembuhan Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun merupakan penyakit dimana sistem kekebalan tubuh menyerah tubuh. Sistem kekebalan tubuh harusnya memiliki peran untuk menjaga dan melindungi tubuh dari serangan penyakit namun penyakit autoimun membuat sistem kekebalan tubuh bertindak sebaliknya.

Penyakit autoimun dapat menyerang satu organ tubuh saja atau bahkan dapat menyerang seluruh organ tubuh secara bersamaan. Sistem kekebalan tubuh akan menganggap sel-sel dalam tubuh yang sehat sebagai ancaman sehingga mulai memproduksi zat protein yang bertugas melawan sel tubuh yang sehat.

Pengobatan Penyakit Autoimun

Proses diagnosis penyakit autoimun tidak mudah dan tidak bisa langsung disimpulkan begitu saja karena jenis penyakit yang disebabkan oleh penyakit autoimun memiliki gejala yang khas dan hampir mirip dengan gejala penyakit lainnya. Gejala yang ditimbulkan juga sangat beragam tergantung pada penyebabnya. pertumbuhan penyakit juga cukup pelan.

Butuh proses yang panjang untuk menyimpulkan diagnosisnya namun sebagai penanganan awal penyakit autoimun, pasien disarankan untuk menjalankan tes laboratorium ANA (antinuclear antibody) dan tes organ vital untuk melihat apakah terjadi peradangan yang ditimbulkan oleh penyakit autoimun. Tes ini akan menentukan apakah pasien positif menderita penyakit autoimun atau tidak.

Walaupun kebanyakan dari jenis penyakit autoimun belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya, gejala yang timbul dapat diringankan dan dijaga agar tidak memperparah keadaan dan anda bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Terdapat obat-obat tertentu yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit autoimun sesuai dengan diagnosis dokter.

Semakin cepat penyakit didiagnosis, dokter akan lebih mudah memberikan pengobatan penyakit autoimun yang tepat untuk membantu pasien. Obat yang diberikan dipertimbangkan terlebih dahulu tergantung dengan jenis penyakit yang diderita, tingkat keparahan, organ yang terkena penyakit, gejala yang dirasakan, dan dalam kondisi hamil atau tidak.

Misalnya untuk mengatasi nyeri, pasien diberikan obat yang mengandung aspirin atau ibuprofen untuk meredakan gejala. Penderita diabetes melittus tipe 1 membutuhkan suntikan insulin untuk membantu meningkatkan kadar insulin pada tubuh yang mengatur kadar gula darah, penderita autoimun karena gangguan hormon akan diterapi pengganti hormon agar produksi hormon tidak terhambat, atau penderita tiroiditis diberikan hormon tiroid.

Terdapat juga obat penekan sistem kekebalan tubuh seperti kortikosteroid contohnya dexamethasone yang digunakan untuk membantu menghambat pertumbuhan dan perkembangan penyakit pada tubuh dan juga membantu memelihara fungsi organ tubuh. Terdapat juga obat jenis anti TNF seperti infliximab yang dapat mencegah peradangan yang diakibatkan oleh penyakit autoimun rheumatoid arthritis dan psoriasis.

Selain pemberian obat-obatan, kondisi mental pasien juga perlu diperhatikan karena penderita penyakit autoimun bisa saja stress dan malah memperburuk kondisi tubuh. Maka dari itu peran keluarga sangatlah penting. Jika ada keluarga atau teman yang menderita penyakit autoimun, berikut dukungan sepenuhnya dan selalu menemani pasien untuk menjalani proses pengobatan untuk berjuang melawan penyakitnya.